TUGAS SOFTSKILL

– Definisi Individual : keseluruhan komponen pada satu makhluk hidup yg tak terikat oleh mahluk lain ,khususnya manusia yg menyangkut jasmani dan rohaninya,pikirannya,rasa dan karsanya,egonya,dll.
– Definisi Pemuda : Pengertian dri individu (laki-laki) yg berusia antara 15-28 tahun yg memiliki arti sebagai
– Definisi Keluarga : Sebuah kelompok kecil dari keanggotaan individu yg saling terikat dan memiliki kepala keluarga
– Definisi Masyarakat : hubungan antar individu yg beragam dan bertempat di suatu lingkungan tertentu
Hubungan antara Individu , Keluarga dan Masyarakat

– Peranan sosial pemuda(Mahasiswa dan Masyarakat) : peranan mahasiswa kepada masyarakat untuk mengurai kesenjangan sosial bisa berperanan langsung dilapangan dengan memberikan motivasi pada masyarakat luas
– Pembinaan generasi muda : Pembinaan generasi muda baiknya dilakukan dri usia dini baik itu dari dalam sekolah maupun diluar sekolah , dengan pantauan yg dilakukan oleh masyarakat untuk perbaikan mutu pendidikan dan diri anak tersebut
– Pengembangan potensi-potensi : penerapan keinginan anak untuk melakukan sesuatu suai apa yg dia ingin kan tetapi tetap dengan harapan dan masa depan yg cerah . sebelum pengembangan dilakukan lakukan lah pengamatan secara berkala atau berikan pertanyaan kepada yg bersangkutan tentang apa yg iya ingin kan ..
– masalah generasi muda dan solusinya:
Masalah yg terdapat di generasi muda adalah proses pencarian jatidiri tentang mau “jadi apa saya” ataupun “siapa kah saya” .
solusinya :
1. pemberian contoh (sebab dan akibat) atau figur yg baik (seseorang yg menjadi inspirasi )
2. pengajaran yg sesuai dengan porsi umur
3. penebalan iman dari kebudayaan asing yg negatif atau tak pantas ditiru

 

Tawuran dalam hal ini banyak di lakukan oleh kalangan pelajar, Mahasiswa, juga warga. Kebanyakan tawuran didasari oleh kebencian yang sudah memuncak dan tidak terkendalinya oleh emosi. Bagi mereka tawuran dengan kekerasan itu sebagai suatu tindak negatif yang dapat menyelesaikan masalah tetapi menjadi permasalahan tidak dapat diselesaikan.
Tawuran, seperti akhir-akhir ini kita saksikan dalam berbagai peristiwa yang terjadi; baik yang terjadi antara desa yang satu ,dengan desa yang lain, antara siswa-siswi sebuah sekolah dengan siswa-siswi sebuah sekolah lainnya; telah menjadi tragedi sosial tersendiri di dalam masyarakat kita.
Arti tawuran sendiri adalah perkelahian beramai-ramai; perkelahian massal; sebenarnya kelihatan kepada kita bahwa tawuran itu dilakukan oleh anak-anak yang masih berpikiran dangkal dan sempit; dimana apa yang mereka lakukan hanya mengikuti solidaritas sempit saja dan tidak dipikirkan dengan baik soal akibat-akibat yang mungkin terjadi atas diri mereka. Karena itu, terjadinya tawuran antar anak-anak sekolahan hanyalah gambaran real tentang dang kalnya cara berpikir dan beranalisa yang dimiliki oleh anak-anak sekolahan. Walaupun demikian, akibat-akibat yang dihasilkan oleh tawuran tidak ringan dan gampang; bahkan dapat dikatakan seringkali sangat mengerikan, bukan hanya kerusakan gedung, mobil, dan berbagai fasilitas umum dan pribadi lainnya, tetapi juga luka-luka dan cacat tubuh anak-anak yang terlibat di dalamnya, bahkan orang-orang yang ada disekitar tawuran juga ikut getahnya. Lebih lagi, tidak sedikit nyawa yang ikut hilang dan melayang sia-sia dalam tawuran-tawuran yang sebenarnya tidak jelas sebab dan alasan-alasannya.
Dari Sudut Pandang Mahasiswa untuk menyelesaikan suatu permasalahan tidak seharusnya menggunakan kekerasan melainkan dengan secara kekeluargaan supaya mendapati kesepakatan yang di setujui antara di kedua belah pihak, tidak ada yang dirugikan. Tidak baik melakukan tawuran hanya untuk memuaskan emosi negatif yang berdasarkan kebenciaan yang banyak merugikan dari sarana sampai ke pelaku tawuran itu sendiri.
Jadi apa sebenarnya permasalahan yang penyelesaiannya dengan tawuran?khususnya yang melibatkan siswa, mahasiswa dan warga. Bagi siswa, mahasiswa dan warga hanya permasalahan sepele yaitu salah satu siswa yang diganggu oleh siswa sekolah lain dan tidak terima, atau masalah yang terjadi antara mahasiswa yang berada di daerah salemba ini berlangsung terus sampai tidak ada titik penyelesaian. Dan warga yang twauran dengan pihak keamanan yang bermasalah antara hal menyuarakan keinginan rakyat atau tidak terimanya perlakuan dari pemerintah. Ada pula warga kampung yang saling tawuran.
Penyelesaiannya adanya tindakan tegas dari pihak keamanan dan diberi sanksi hukum. Terutama dari kita sendiri bagaimana menanggapi suatu masalah atau dari provokasi orang lain ditanggapi dengan bijaksana bukan dengan rasa “solidaritas” yang tinggi antar sesama dan tidak terpangaruh dari asutan orang lain.

 

 

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: